Renminbi dan yuan adalah dua istilah yang sering digunakan secara bergantian dalam konteks mata uang China. Beberapa orang bahkan mengalami kebingungan dan bertanya-tanya mengenai kedua hal in terutama jika mereka ingin mengirim uang ke China. Apakah China memiliki dua mata uang?
Tentu saja tidak. Walaupun sering digunakan sebagai nama mata uang China, sebenarnya terdapat perbedaan di antara kedua istilah tersebut. Yuk, baca artikel ini untuk mengetahui perbedaan antara renminbi dan yuan!
Apakah China memiliki dua mata uang? Apakah menggunakan yuan (¥), renminbi (RMB), atau menggunakan keduanya?
Renminbi (RMB) adalah nama mata uang resmi China yang secara harfiah dapat berarti "mata uang rakyat". Di sisi lain, yuan (CNY) adalah unit mata uang dari Renminbi, sama seperti "dollar" adalah unit mata uang dari "US dollar".
Dalam konteks pasar keuangan global, "yuan" sering kali merujuk pada mata uang China secara keseluruhan, termasuk denominasi lainnya seperti jiao dan fen. Sementara itu, "renminbi" sering kali digunakan untuk pada mata uang China pada instrumen keuangan, seperti surat utang renminbi atau akun deposito renminbi.
Contoh lainnya, sewaktu Anda membeli suatu produk secara langsung di pasar China, pastinya Anda akan melihat harganya terlebih dahulu. Ketika melihat harga produk tersebut, Anda melihat tulisan yang tertera sebesar 10 yuan. Nantinya, uang yang akan Anda bayarkan sejumlah 10 yuan tersebut adalah renminbi.
Dalam praktik sehari-hari, istilah yuan (CNY) dan renminbi (RMB) sering digunakan secara bergantian dan banyak orang di China juga menggunakan kedua istilah tersebut dengan cara yang sama. Akan tetapi, dalam konteks keuangan, penting bagi Anda untuk memahami perbedaan antara yuan dan renminbi.
Berdasarkan laman Investopedia, selama bertahun-tahun, yuan China tidak pernah dianggap sebagai mata uang internasional karena kontrol ketat pemerintah China. Namun, hal ini kemudian mulai berubah ketika pemerintah China mulai mempromosikan penggunaan RMB secara internasional.
China menggunakan kontrol mata uang untuk mempertahankan nilai yuan China pada tingkat yang menguntungkan. Setiap harinya PBOC menetapkan nilai titik tengah terhadap dolar AS, berdasarkan sesi perdagangan sebelumnya dan pergerakan di pasar mata uang internasional. Harga yuan diizinkan untuk diperdagangkan dalam 2% dari harga itu. Terkadang, titik tengah juga dapat disesuaikan berdasarkan faktor "counter-cyclical" yang tidak ditentukan.
Saat ini, RMB merupakan salah satu dari lima mata uang yang paling banyak digunakan di dunia, selain dolar AS, euro, yen, dan pound Inggris. Pada tahun 2022, IMF meningkatkan bobot yuan ke dalam Special Drawing Rights—aset cadangan internasional yang dibuat oleh IMF sebagai pelengkap cadangan resmi dari negara-negara anggota IMF
Sayangnya, yuan China terus kehilangan nilainya selama pandemi COVID-19. Sebagian besar disebabkan karena berkurangnya aktivitas ekonomi dan adanya lockdown yang ketat. Pada April 2022, yuan mengalami penurunan harga bulanan terbesarnya, di mana yuan kehilangan 7% nilainya selama tiga bulan.
Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai perbedaan antara yuan dan renminbi. Jadi, keduanya sama-sama mengacu pada mata uang China. Renminbi merupakan sebutan resmi dari mata uang China, sedangkan yuan merupakan unit mata uangnya atau bisa juga dimengerti sebagai satuan mata uang tersebut.
Bagi Anda yang masih bingung untuk bertransaksi di luar negeri terutama china atau tiongkok, tokoremit membantu menyediakan layanan terpercaya. Tokoremit memiliki berbagai akses sebagai jasa bayar alibaba, transfer rmb atau kirim uang ke china, hanya dengan menghubungi kontak kami.
Informasi Terkait Lain: